Karakteristik Domba Dorper

Domba Dorper adalah ras hibrida yang berasal dari Afrika Selatan sebagai hasil dari campuran antara Domba Persia Berkepala Hitam dan Domba Dorset (Dorset Horn). Jenis domba tanpa tanduk ini adalah salah satu yang paling produktif, dengan tubuh panjang, bulat, dan dalam dengan campuran bulu tipis dan pendek serta bulu wol. Domba Dorper diklasifikasikan menjadi dua subspesies yang berbeda, Dorper Berkepala Hitam dan Dorper Putih. Dua variasi dari jenis ini secara genetik identik; warna bervariasi hanya dipilih untuk preferensi.

Domba Dorper adalah domba pedaging unggul yang dikembangkan melalui persilangan antara Dorset dan domba Persia berkepala hitam oleh Departemen Pertanian Afrika Selatan. Istilah “Dorper” berasal dari suku kata awal dari domba Dorset (Dor-) dan domba Persia (Per-). Karena keunggulan domba Dorper sebagai domba daging, ini adalah jenis domba terpopuler kedua yang dipelihara oleh peternak Afrika Selatan. Domba Dorper tumbuh subur di gurun Afrika Selatan dan iklim tropis. Dengan demikian, domba Dorper cocok untuk dikembangbiakkan di Indonesia yang memiliki lingkungan tropis yang mirip dengan negara asal domba Dorper, Afrika Selatan.

Domba Dorper terkenal karena keserbagunaannya, ketahanan fisiknya, tingkat reproduksi dan perkembangannya yang cepat, dan kapasitasnya untuk berkembang biak. Pada umur 3-4 bulan, domba ini dapat mencapai bobot hidup kurang lebih 36 kg, sedangkan jantan dewasa dapat mencapai bobot hidup 110 hingga 130 kg dan domba betina dapat mencapai bobot hidup 80 hingga 110 kg. Tubuh domba ini dalam, lebar, panjang, dan padat. Sifat-sifat teknis ini sangat penting dalam pemuliaan domba, terutama secara ekonomi.

Karena manfaat tersebut, domba Dorper semakin populer di kalangan peternak Indonesia. Seekor domba Dorper Afrika jantan harganya berkisar antara Rp. 25-27 juta per ekor. Setelah disilangkan dengan domba asli, bobot keturunannya sedikit menurun hingga kira-kira 80-90 kg per ekor. Domba jenis Dorper ini dijual dengan harga sekitar Rp. 7 juta per kepala.

Bisnis yang menarik investor besar biasanya menggemukkan, dengan waktu pemeliharaan sekitar tiga sampai empat bulan. Model Bisnis Seperti ini Menguntungkan karena perputaran uang yang cepat. Sedangkan sebagian dari kegiatan hulu khususnya pembibitan dilakukan secara eksklusif oleh peternak kecil dengan kepemilikan domba atau kambing yang relatif terbatas.

Saat ini sudah banyak farm yang jual domba dorper fullblood, salah satunya adalah gibas barokah farm yang merupakan penjual domba dorper fullblood terbaik saat ini. Perlu Anda ketahui bahwa domba yang satu ini berasal dari gibas barokah farm merupakan domba dorper dengan kualitas terbaik.