Konsumsi daging domba semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kebutuhan sehari-hari, seperti aqiqah dan qurban, terus meningkat di pasar domestik. Pasar regional dan dunia juga cukup terbuka, tetapi tidak dapat diisi. Untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri dan ekspor, produksi domba harus ditingkatkan baik dari segi kuantitas (perluasan populasi) maupun kualitas (peningkatan kualitas) (kinerja dan genetik). Untuk memenuhi permintaan pasar ekspor, domba harus memiliki standar bobot badan, jenis ternak, umur, kesehatan, dan ketertelusuran ternak yang cukup seragam.

Pada kenyataannya, produktivitas dan kualitas domba di Indonesia sangat berbeda tergantung pada strategi budidaya masing-masing peternak. Melalui industrialisasi peternakan berbasis rakyat, sangat penting untuk memperkuat manajemen pemeliharaan ternak yang berorientasi ekspor. Masalah lainnya adalah tidak ada breed domba asli dengan ciri khusus yang ideal untuk jenis dagingnya.

Berbeda dengan di Eropa dan Amerika, jenis domba yang dipelihara telah disesuaikan dengan tujuan akhir pengembangan ternak, baik untuk wol (wol) maupun daging, agar dapat menghasilkan produk akhir yang tepat sasaran dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi.

Domba Garut, Domba Ekor Gemuk, Domba Ekor Tipis, dan ras domba asli lainnya ada di Indonesia. Ketersediaan bibit domba lokal, di sisi lain, tidak mencukupi untuk meningkatkan output dan produktivitas domba untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan internasional. Berdasarkan kendala tersebut, diupayakan untuk menghasilkan atau mengintroduksi domba Dorper, domba berjenis daging dengan produktivitas dan daya adaptasi yang tinggi.

Permintaan domba terus meningkat, terutama untuk kebutuhan pasar domestik seperti pemotongan harian untuk pedagang sate, qurban, dan aqiqah. Selain itu, tuntutan pasar global yang semakin terbuka dan meluas merupakan peluang yang potensial. Karena terbatasnya produksi domba siap potong dan domba bakalan untuk pertanian, tingginya permintaan dan potensi pasar baik lokal maupun internasional belum terpenuhi dengan baik.

Domba Dorper adalah persilangan antara Domba Persia Kepala Hitam (Black-Headed Persia) dan Domba Dorset yang berasal dari Afrika Selatan (Dorset Horn). Dengan tubuh yang besar, bulat, dan dalam serta perpaduan antara bulu tipis dan pendek serta bulu wol, domba ini merupakan salah satu ras domba tanpa tanduk yang paling produktif. Dorper Berkepala Hitam dan Dorper Putih adalah dua varietas utama Dorper Domba. Dua varian dari breed ini memiliki asal genetik yang sama; warna yang berbeda hanya dipilih untuk preferensi pribadi.

Domba Garut, Domba Ekor Gemuk, Domba Ekor Tipis, dan ras domba asli lainnya ada di Indonesia. Ketersediaan bibit domba lokal, di sisi lain, tidak mencukupi untuk meningkatkan output dan produktivitas domba untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan internasional. Berdasarkan kendala tersebut, diupayakan untuk menghasilkan atau mengintroduksi domba Dorper, domba berjenis daging dengan produktivitas dan daya adaptasi yang tinggi.

Jika anda ingin mendapatkan bibit domba dorper terbaik dan berkualitas maka kamu dapat mengunjungi penyedia Bibit Domba Dorper. Dengan begitu kamu tidak perlu khawatir dari kualitas bibit yang sudah disediakan.